Selamat Datang di Website Resmi SMP IT Permata Bunda Islamic Boarding School

Sabtu, 19 Desember 2015

Pentingnya Quality Time

Copas dari abiummi.com
Abi dan Ummi yang dicintai Allah, keluarga ialah harta berharga yang Allah titipkan kepada kita untuk selalu kita jaga sebagai amanah di dunia dan akhirat. Dalam parenting islami, memiliki keluarga yang saleh ibarat memiliki miniatur surga yang dianugerahkan Allah kepada hamba-Nya. Ini karena di sana akan menjadi tempat berteduh paling nyaman dari panas dan teriknya lika-liku dunia, menjadi tempat beristirahat dari segala kelelahan rutinitas, menjadi sumber energi untuk mengisi keimanan, dan menjadi muara untuk berbagi cinta dan kasih sayang yang memang telah Allah fitrahkan kepada manusia.
Seseorang akan menjadi “gelandangan” yang pergi tanpa tujuan ketika ia tak lagi memiliki rumah sebagai tempatnya berpulang. Begitu pula dengan seseorang yang tak dapat menjaga keutuhan keluarganya. Seluas apa pun dunia yang ia kunjungi, ia akan merasa seperti “gelandangan” dengan hati gersang tanpa tujuan yang tak tahu lagi muara tempat ia harus kembali sebab keluarga yang seharusnya ia lindungi tak lagi dapat disinggahi.
Dalam parenting islami, Abi dan Ummi diibaratkan sebagai fondasi rumah yang ketika fondasinya tak cukup kuat untuk menopang keluarga, keutuhan keluarga tersebut perlahan akan runtuh. Begitu juga sebaliknya. Ketika fondasi rumah kuat karena iman dan takwa kepada Allah, keluarga akan terjaga kuat.

Abi dan Ummi adalah fondasi rumah yang harus beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. (sumber: http://ittleorganics.com.au/)

Bagaimanakah cara parenting islami menguatkan fondasi keluarga agar tetap utuh? It’s simple enough. Abi dan Ummi dapat memulainya dengan memperhatikan hal sederhana, seperti menjaga komunikasi yang baik dalam keluarga. Komunikasi tersebut akan tercipta ketika sebuah keluarga dapat menerapkan quality time mereka secara maksimal. Orang tua harus peka akan pentingnya quality time dalam parenting islami.
Allah telah memberikan kita waktu 24 jam dalam sehari. Kita wajib bersyukur akan hal ini. Ada yang menghabiskan waktunya dengan kesibukan yang luar biasa, ada yang memanfaatkan quality time-nya dengan hal-hal yang bermanfaat, dan ada pula yang kebingungan untuk sekadar killing the time. Semoga kita berada dalam posisi yang selalu dapat memanfaatkan waktu quality time dengan bijaksana.

Dalam keluarga, bagi seorang abi, waktu 24 jam dalam sehari akan terasa kurang jika ia tak bisa mengatur waktunya dengan baik. Ini karena ia harus bekerja, beribadah, istirahat, berolahraga, dan yang terpenting menyisihkan waktunya untuk sekadar bercengkerama dengan keluarga. Terlebih jika sang abi memiliki kesibukan lain di luar perkerjaannya, seperti berdakwah.
Begitu pun dengan seorang ummi. Bagi seorang ummi, waktu 24 jam dalam sehari haruslah teratur dengan baik karena seorang ummi harus melakukan perkerjaan rumah tangganya. Apabila sang ummi bekerja atau memiliki bisnis, maka ia harus benar-benar ekstra mengatur waktunya. Terbayang kan’ jika seorang ummi tidak berhasil mengatur waktunya dengan bijaksana? Tentu dampaknya akan terasa bagi keluarga.
Dalam parenting islami, terdapat hak-hak yang seharusnya kita penuhi dalam keluarga, yakni memenuhi kebutuhan yang tak hanya terlihat mata seperti harta benda namun juga kebutuhan yang tak terlihat, seperti menyenangkan hati keluarga. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mempunyai quality time bersama keluarga.
Ditengah kesibukan waktu yang ada, orang tua dituntut untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan quality time dengan keluarga. Hal ini penting agar hubungan emosional antarkeluarga dapat tercipta dan menjadi semakin dekat. Berikut ini terdapat beberapa tips dalam parenting islami untuk memanfaatkan quality time dengan keluarga.

1. Menerapkan Parenting Islami dengan Cara Beribadah Bersama

Melakukan ibadah bersama merupakan salah satu cara dalam parenting islami yang dapat dilakukan oleh keluarga. Seperti misalnya sebelum Abi, Ummi, dan anak melakukan aktivitas hariannya, keluarga dapat melaksanakan salat subuh berjamaah. Selain itu,  ketika hari weekend tiba, keluarga dapat salat berjamaah dari subuh sampai isya, dilanjutkan dengan membaca Alquran, memberikan tausiyah keluarga, dll. Hal ini penting, sebab quality time  seperti ini tak hanya dapat mendekatkan hati sesama keluarga, namun juga dapat menambah keimanan dan kecintaan keluarga akan islam.

2. Liburan demi Menerapkan Parenting Islami

Sesekali ajaklah keluarga untuk berlibur. Dalam parenting islami hal ini juga penting. Tak harus jauh atau mahal, sebab yang terpenting dari berlibur itu sendiri ialah quality time bersama keluarganya. Dengan berlibur, masing-masing keluarga dapat me-refresh kembali jiwa dan raga mereka dari lelahnya rutinitas. Bagi sang anak, hal ini dapat menjadi momen berharga, sebab mereka tak hanya dapat bermain namun juga dapat menghabiskan waktunya bersama keluarga. Di momen seperti ini, keluarga dapat menerapkan metode parenting islami dengan baik, seperti bisa saling berbagi cerita tentang banyak hal, bisa saling memberikan support, saling belajar, dan  saling mengaitkan hati yang satu dengan lainnya.

3. Olahraga Bersama? Itu Penting untuk Parenting Islami

Keluarga dapat melakukan kegiatan olahraga bersama dan menjadikan momen tersebut untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan lainnya dengan santai, namun tetap berkualitas tanpa harus kehilangan esensi dari kegiatan olahraga itu sendiri. Keluarga tak hanya dapat memanfaatkan quality time-nya dengan keluarga dan menjalin keakraban, namun juga dapat menyehatkan badan. Sebab menjaga kebugaran setiap anggota keluarga juga perlu diperhatikan dalam parenting islami. Olahraga yang dapat dilakukan seperti misalnya, jogging, berenang, bersepeda, bermain bulu tangkis, ataupun sekedar berjalan kaki di pagi atau sore hari.

4. Biasakan untuk Makan Bersama Keluarga

Dalam parenting islami, orang tua dianjurkan untuk membiasakan keluarganya untuk makan bersama. Entah itu sekedar sarapan ataupun makan malam. Dalam sehari diusahakan keluarga melakukan aktivitas ini. Sebab, dengan makan bersama keluarga dapat memanfaatkan quality time-nya dalam sehari dari sibuknya rutinitas. Ketika makan bersama, keluarga dapat saling berbagi cerita mengenai pengalamannya dalam sehari dan dapat bertukar pikiran tentang banyak hal.

5. Tetapkan Minimal Satu Hari untuk Bersama Keluarga

Dalam seminggu, usahakanlah untuk menetapkan satu hari untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Dalam sehari itu, keluarga dapat berkumpul dan bertatap muka secara langsung. Keluarga dapat melakukan quality time dengan melakukan banyak hal secara bersama-sama, misalnya membaca buku, menonton acara tv yang berkualitas, diskusi, dan memasak secara bersama-sama. Hal seperti ini akan sangat bermanfaat bagi keluarga, sebab meskipun dengan hanya melakukan kegiatan sederhana seperti ini, namun hal-hal demikian dapat menciptakan keakraban dengan keluarga.

6. Minimalisasi Penggunaan Gadget!

Usahakan ketika bersama keluarga, gadget tak lagi digunakan secara fulltime seperti hari-hari biasanya. Bila dirasa memang perlu, keluarga dapat membuat peraturan untuk mematikan gadgetdalam waktu-waktu tertentu. Dengan demikian, quality time bersama keluarga akan lebih terasa. Mengapa? Karena seringkali interaksi kita dengan keluarga terganggu karena terlalu sering memfokuskan diri dengan gadget.
Dalam parenting islami, quality time bersama keluarga merupakan suatu hal berharga yang tak dapat tergantikan. Sebab karena momen seperti itulah keluarga dapat mendekatkan dirinya satu sama lain, dapat membuat hubungan keluarga menjadi lebih hangat, dan kecintaan terhadap keluarga akan semakin bertambah. Tanpa perihal ini, dikhawatirkan hubungan keluarga nantinya dapat menjadi renggang dan jauh dan ini tentu saja akan berdampak tidak baik bagi keluarga. Karena jika hubungan keluarga sudah dingin dan jauh, maka seringkali terjadi misscomunication yang akhirnya akan berdampak pada timbulnnya masalah baru dalam keluarga.
Socreate your own quality time with your beloved family.Dont miss it. Hidup hanya sekali, buatlah banyak moment manis bersama keluarga yang kita cintai.

0 komentar:

Posting Komentar